Kajian Ramadhan Hari ke-4, Membahas Tentang Niat

Rabu, 6 April 2022, melanjutkan kegiatan harian selama Bulan Ramadhan 1443 Hijriah. Segenap guru dan karyawan mengikuti kajian yang diselanggarakan di Masjid Raudlatul Jannah usai sholat dzuhur pukul 12.15 hingga pukul 12.45 WIB. Pada kesempatan ini yang menjadi narasumber adalah Jafar Sodik, S.Pd., guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Patikraja. Jafar memaparkan isi kajiannya mengenai Niat.

Berikut merupakan isi dari ceramah narasumber.

Dalam menjalani kehidupan di dunia, seorang mukmin mempunyai tiga
kekuatan. Pertama kekuatan niat. Niat sangatlah penting karena dapat
menentukan nasib hidup kita. Maksudnya, apa yang kita dapatkan
bergantung pada niat kita. Kedua, kekuatan ikhlas kemudian yang ketiga
adalah kekuatan istiqomah. Pada kitab-kitab yang ditulis oleh para ulama besar zaman dahulu, banyak yang meletakkan pembahasan niat di bagian awal. Diawali
dengan meluruskan niat agar Allah SWT menerima semua amalan- amalan kita. Karena segala amal itu tergantung dari niatnya. Betapa
banyak amal akhirat tapi niatnya untuk dunia, maka akan menjadi amal
dunia. Contohnya sedekah, jika niatnya salah yakni niatnya untuk
mencari dunia atau hanya ingin terpandang oleh orang lain, maka di
akhirat tidak akan mendapatkan apa-apa yang ada hanya mendapatkan dunia saja. Jika amal dunia diniati untuk akhirat, maka akan menjadi amala khirat. Contoh Amal dunia yakni bekerja, bersih-bersih, sekolah, bersosialisasi, dan lain sebagainya jika diniati lillahi ta’ala mencari akhirat maka akan menjadi amal akhirat. Oleh karena itu, jika salahd alam menata niat, maka tidak akan mendapat apa-apa di akhirat kecualia pa yang diniatinya saja. Maka, bekerjalah dengan niat yang benar. Yakni dengan niat untuk akhirat. Karena dengan niat untuk akhirat maka kitapun akan mendapatkan dunia.

Niat bukan sekadar ucapan nawaytu (saya berniat). Namun, niat memiliki
hubungan dengan azam, yaitu kekuatan dan dorongan hati yang kuat. Niat
yang kuat mampu mengubah seluruh kehidupan sesorang. Karena dengan
niat itulah yang akan kita pikirkan, apa yang kita doakan, apa yang kita
inginkan dan kemudaian akan berubah pada suatu tindakan. Akan
menjadi baik atau buruk tentu sesuai juga dengan niat kita baik atau
buruk juga. Segala sesuatu tergantung pada niatnya.

Jika niat itu ada maka pastii akan ada perencanaan. Perencanaan akan
memunculkan imajinasi dalam pikiran kita, kemudian akan membuat
hidup kita teratur dan berjalan sistematis sehingga akan mendorong
tindakan nyata dan apa yang kita inginkan insya Allah dapat kita gapai.

Niat itu seperti ruh bagi tubuh. Niatkan semuanya dengan jelas di dalam
hati dan pikiran. Dari ibadah, kesehatan, ilmu pengatahuan, finansial, jodoh, keluarga dan bahkan sampai kaum kerabat yang ingin kita punyai
nanti.

Bangunlah niat itu sejelas mungkin dan merangkai tujuan-tujuan tanggapan dalam segala aspek hidup ini. Niat menjadi ayah terbaik, ibu terbaik, menjadi guru yang baik, penghafal Quran, Mahasiswa terbaik, anak yang sboleh dan sholehah, mendapat surga firdaus, dan lainnya. Selalu niatilah menjadi yang terbaik dalam peran dan pekerjaan yang kita jalani sekarang.Azzamkan niat yang baik. Insya Allah karenanya, kita masih mendapatpahala walau belum mampu melaksanakannya. Innamal a’malu binniyat. Sesungguhnya amal itu tergantung dengan niatnya. Kita akanmendapatkan sesuai yang kita niatkan. Marilah kita perbanyak niat baik, agar menjadi umat yang “kaya” dengan niat dan menjadi umat yang baik.

Kajian Ramadhan Hari ke-4, Membahas Tentang Niat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.