BERTEKAD MENJADI SEKOLAH ADIWIYATA PROVINSI, INILAH GERAKAN SMA NEGERI 1 PATIKRAJA

Patikraja, 11 Januari 2018. SMA Negeri 1 Patikraja yang beralamat di Jalan Adipura 3 Patikraja Banyumas saat ini sedang berbenah. Hal ini dilakukan karena pada tahun 2019 ini berencana mengajukan diri mengikuti penilaian seklah adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kendati pada tahun 2018 seklah mempu meraih seklah adiwiyata tingkat Kabupaten Banyumas, SMA N 1 Patikraja tidak lantas berpuas diri. Perrolehan tersebut justru menjadi tumpuan untuk memotivasi guru, siswa, warga seklah lainnya, dan orang tua/wali siswa melakukan pembenahan agar predikat sekolah adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Tengah dapat diperoleh.

Siswa SMA Negeri 1 Patikraja membersihkan area Green House pada kegiatan Jumat bersih.

Menurut Shobirin Slamet, S.Pd., M.Si. sekalu kepala SMA N 1 Patikraja, kegiatan-kegiatan untuk menunjang penilaian adiwiyata sudah beberapa bulan dilakukan sebelumnya. Menurut beliau, pihak sekolah sudah mensosialisasikan prgram seklah yang terkait dengan prgram adiwiyata kepada seluruh warga sekolah, kmite sekolah dan orang tua/wali siswa.

Salah satu langkah yang dilakukan SMA N 1 Patikraja dalam mewujudkan sekolah adiwiyata tingkat proinsi adalah membentuk Tim Kader Lingkungan SMANTIK Cinta Lingkungan (SCL) dengan penanggung jawab Shobirin Slamet, S.Pd., M.Si. selaku kepalaa sekolah. Tim yang diketuai oleh Dra. Riyanti tersebut tersusun atas 14 pokok kerja (pokja) yang mempunyai tugas dan fungsinya masing-masing. Terkait dengan adanya tim tersebut, guru, siswa dan karyawan ikut terlibat pada setiap pokja, sehingga seluruh warga sekolah mempuyai andil dalam ketercapaian sekolah asiwiyata tingkat provinsi.

Wujud kegiatan yang dilakukan oleh TIM SCL SMA N 1 Patikraja adalah Jumat Bersih sebelum pelaksanaan pembelajaran. Kegiatan yang rutin dilakukan tersebut, kali ini bertepatan dengan Jumat, 11 Januari 2019. Siswa melaksanakan kebersihan dan penataan di lingkungan sekolah dengan bantan serta bimbingan dari guru dan karyawan. Kegiatan yang dilakukan adalah membersihkan area kolam ikan, pemanfaatan sumber daya alam dan energi, pengecekan sumur resapan, penanaman pohon di lingkungan sekolah, pembersihan saluran air di area kantin, pemilahan dan daur ulang sampah, penataan greenhuse, dan pengadaan lahan hortikultura dan tanaman obat keluarga (TOGA). (Kontributor : Agi Kustri, S.Pd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *